Sosialisasi Program Kerja Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) Tahun 2021

Kegiatan pembukaan sekaligus sosialisasi program kerja merdeka belajar kampus mengajar (MBKM) dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 18 September 2021 pada pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Kegiatan dihadiri oleh Dr. Yasin Yusup, S.Si., M.Si. selaku Kepala Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS dan pembibing 1 Kelompok 84. Kegiatan Sosialisasi Program Kerja Kelompok MBKM UNS 2021 dilaksanakan sebagai penyerahan mahasiswa Hibah MBKM dari dosen pembimbing kepada masyarakat Desa Bubakan yang diterima secara simbolis oleh perangkat desa (carik) yang disaksikan oleh peserta kegiatan yang dihadiri 30 masyarakat sebagai perwakilan dusun dan pemuda yang nantinya akan berkontribusi dalam setiap kegiatan. Acara ini, kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan visi, misi, dan tujuan, serta program kerja yang akan direalisasikan di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini juga berjalan dengan komunikasi dua arah dimana terdapat penyampaian kritik dan saran oleh masyarakat mengenai gambaran program kerja yang akan direalisasikan nantinya. Berbagai saran dan masukan dari masyrakat sudah kami himpun dan menjadi arahan keberlangsungan kegiatan kami selanjutanya, aktifnya masyarakat dalam memberikan saran memperlihatkan bahwa kegiatan kami disambut dengan baik seklaigus menjadi pendorong kami untuk mempersiapkan kegiatan secara matang agar nantinya manfaat dari kegaitan Hibah MBKM tidak hanya berhenti setelah kami mengadakan penutupan, namun juga tetap terus dapat dirasakan hingga waktu berjalan dengan berbagai hasil yang kami berikan.

Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana

Kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana merupakan kegiatan pertama yang kami lakukan setelah pembukaan Hibah MBKM, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dihadiri siswea kelas 6 SD Negeri 2 Bubakan sebagai peserta dengan jumlah 30 siswa. Kegiatan ini dimulai secara formal yang dibuka dengan sambutan-sambutan dimulai dari sambutan perwakilan mahasiswa yang diwakili oleh mahasiswa dan kemudian juga penyampaian sambutan oleh perwakilan pihak sekolah, dilanjutkan dengan kegiatan inti yakni penyampaian sosialisasi. Penyampaian sosialisasi dikemas ringan, siswa-siswi diberikan modul yang menarik dan kemudian penyampaian dibantu dengan presentasi dan berbagai video pendukung, penyampaian materi dibawakan oleh anggota MBKM kelompok 84.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melatih serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana ataupun potensi bahaya khususnya bencana tanah longsor dari lingkup paling kecil yakni anak-anak, pendidikan pada anak-anak merupakan kunci dan sistem pendidikan untuk itu kami juga turut mengadakan kegiatan ini agar pendidikan dan pemahaman mitigasi dipahami tidak hanya bagi manusia dewasa, dan harapannya nanti anak-anak tidak hanya menjadi kelompok rentan yang berpasrah, namun juga turut dalam kegiatan mitigasi dan evakuasi secara mandiri dengan baik, cukup dengan memahami kebencanaan dan pendidikan mitigasi, dan minimal dapat menyelamatkan diri sendiri.

Arahan Potensi Desa

Kegiatan arahan potensi desa bertujuan untuk menggali permasalahan dan mengembangkan potensi yang terdapat di Desa Bubakan khususnya ditinjau dari segi kepariwisataan dan kebencanaan. Pada program kerja ini kami melibatkan masyarakat dalam pengambilan data baik itu observasi, wawancara maupun kuesioner. Mahasiswa menggagas setiap kegiatan akan berhubungan dengan ilmu geografi baik dalam tindakan nyata, salah satunya yaitu pembuatan peta. Berkaitan dengan program arahan potensi desa, terdapat beberapa luaran/output peta yaitu:

  1. Peta Potensi Desa
  2. Penentuan Jalur Aksesibilitas Wisata
  3. Penentuan Jalur Evakuasi Candi Muncar

Pada program kerja ini kami khususkan untuk mengembangkan sistem kepariwisataan adalah adanya peta potensi dan peta jalur pariwisata yang sangat berperan besar dalam pengembangan desa. Dari sekian banyak lokasi wisata yang ada di Desa Bubakan, kami selanjutnya akan memfokuskan satu poin pariwisata yang berpotensi dimana diperlukan berbagai aspek yang membantu dalam kesiapan lokasi wisata tersebut semakin dikenal kedepannya, yaitu Wisata Candi Muncar yang merupakan wisata alam berupa air terjun dan wisata buatan berupa bendungan dengan daya tarik berupa ikan-ikan hias yang sengaja dibudidayakan untuk kebutuhan pariwisata. selain itu, terdapat pula rakit yang dapat menjadi atraksi pariwisata.

Hal ini yang kemudian mendorong mahasiswa untuk peduli terhadap potensi wisata siaga bencana dengan membuat peta kerawanan bencana sebagai langkah dalam pemahaman masyarakat dan wisatawan mengenai bencana dan mitigasinnya. Peta mengenai jalur evakuasi pada wilayah Wisata Candi Mucar selain ditujukan untuk kepentingan pembangunan wisata juga ditujukan untuk keselamatan bagi wisatawan yang ada di Wilayah Wisata Candi Muncar.