Sabtu, 27 Agustus 2022

Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan konferensi internasional International Conference on Anthropocene, Global Environmental Change and Powerful Geography (ICoAGPG). Konferensi internasional ini mengusung tema “The relational understanding of extractive industries, climate change and exacerbation of natural disasters and social injustice”. Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting yang dihadiri oleh 166 peserta meliputi dosen, mahasiswa, guru, peneliti dari berbagai negara.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Kerjasama Pengembangan dan Internasionalisasi Universitas Sebelas Maret, Prof. Irwan Trinugroho, M.Sc, Ph.D.

Topik yang diusung sangat penting dan sesuai dengan issue global saat ini. Dunia ini memiliki banyak tantangan. Kontribusi Sustainable Development Goals (SDGs) menangani perubahan lingkungan. Pemerintah bersama dengan organisasi sektor swasta dan publik juga bertanggung jawab untuk membuat kehidupan dan keamanan masyarakat yang lebih baik. “Maka dari itu konferensi internasional ini lebih khusus membahas tentang hubungan lalu lintas industri, perubahan iklim, kebencanaan nasional, dan kebencanaan dunia yang bermanfaat bagi inisiatif penanganan perubahan lingkungan global (Global Environmental Change)”, Prof. Irwan Trinugroho, M.Sc, Ph.D.

Pemaparan keynote speaker dan diskusi terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama menghadirkan speaker I dan speaker II. Sesi kedua menghadirkan speaker III dan speaker IV. Empat keynote speaker ICoAGPG 2022 adalah 2 keynote speaker luar negeri dan 2 speaker dalam negeri sebagai berikut:

  1. Keynote speaker I: Prof. Tania Murray Li, Ph.D (Proffesor dari University of Toronto, Canada) menyampaikan materi “Plantation Life: Corporate Occupation and the Mafia System In Indonesia’s Oil Palm Zone”.
  2. Keynote speaker II: Janice Ser Huay Lee, Ph.D (Doctor dari Nanyang Technology University, Singapore) menyampaikan materi “Global Environmental Impacts of the Logging, Fibber, Oil Palm, and Mining Industries in Indonesia”.
  3. Keynote speaker III: Dr. Erma Yulihastin, M.Si (Peneliti dari Research Center for Climate and Atmosphere, National Research and Innovation Agency) menyampaikan materi “Indonesia as Miniature of World Climate: Learning from the Seroja Storm and the Tidal Flood on the North Coast of Java”.
  4. Keynote speaker III: Dr. Yasin Yusup, S.Si., M.Si menyampaikan materi “Critical Anthropocene and Powerful Geography”.

Materi Prof. Tania Murray Li, Ph.D

Prof. Tania menceritakan pengalamannya dalam penelitiannya di Indonesia yang mengkaji tentang struktur dan tata kelola perkebunan kelapa sawit Indonesia kontemporer. Menampilkan gambar zona perkebunan, di mana konsesi perkebunan perusahaan = 1/3 dari total lahan pertanian Indonesia. Menjelaskan bagaimana petani lokal dan korporat membudidayakan tanaman komoditas. Menjelaskan sifat eksploitatif kehidupan perkebunan, di mana kesejahteraan penduduk dikorbankan atas nama pembangunan ekonomi. Yang mengakibatkan kerusakan ekologis dan hilangnya mata pencaharian.

Materi Janice Ser Huay Lee, Ph.D

Industri kelapa sawit bertanggung jawab atas kehilangan hutan terbesar baru-baru ini di Kalimantan tetapi lebih sedikit di Sumatera. Konsesi penebangan mempertahankan 33% (15,5 Mha) hutan dataran rendah dan -16% (-1,6 Mha) hutan rawa gambut. Perlunya komunikasi yang lebih baik tentang nilai konservasi hutan bekas tebangan terutama di Kalimantan dan Papua.

Materi Dr. Erma Yulihastin, M.Si

Untuk genesis TC Seroja, gelombang panas laut dan pusaran ganda adalah kondisi yang menguntungkan menghasilkan prasyarat untuk mengembangkan genesis TC di Laut Maluku. Dengan demikian, genesis TC dibentuk oleh pemecahan zona konvergensi intertropis (ITCZ) yang terkait dengan rangkaian gelombang skala sinoptik yang digerakkan di bawah interaksi osilasi Madden Julian (MJO) dan gelombang Rossby ekuatorial. Untuk penggenangan badai pantai yang parah di episode Jawa-Bali, peristiwa ekstrem yang terkait dengan garis badai tropis yang berumur panjang dan kuat terjadi pada 20-21 Mei 2020, yang dihasilkan oleh pusaran siklon yang terus-menerus di atas Samudra Hindia bagian selatan di sebelah barat Sumatera, Indonesia. Propagasi squall-line berumur panjang di bawah mekanisme cold pool memicu badai petir multi-sel di garis konvektif hampir kuasi mantap dengan waktu tempuh enam jam dari Sumatera bagian tengah ke Jawa bagian barat. Iklim kita telah berubah, kita perlu mengembangkan alat yang kuat untuk memprediksi kejadian ekstrem dan juga sistem peringatan dini, untuk mitigasi dan adaptasi yang lebih baik.

Materi Dr. Yasin Yusup, S.Si., M.Si

Huckle menyatakan bahwa pengetahuan geografis sangat kuat ketika kritis dan memberdayakan. Menjadi kritis harus mengungkapkan struktur dan proses yang bekerja di dunia yang mengarah pada ketidakadilan, kurangnya demokrasi, dan kegagalan untuk mewujudkan bentuk-bentuk pembangunan berkelanjutan lainnya. Ini harus mengungkapkan ideologi yang mencakup struktur dan proses ini dan harus menawarkan alternatif atau cara sosial untuk mewujudkan keadilan, demokrasi, dan keberlanjutan yang dapat memberdayakan individu dan masyarakat saat mereka menerapkan teori ke dalam praktik. Pengetahuan Powerful Geography ketika kritis dan memberdayakan.

Artikel yang terhimpun di International Conference on Anthropocene, Global Environmental Change and Powerful Geography (ICoAGPG) 2022 berjumlah 75 artikel. Seluruh artikel yang diterima pada ICoAGPG 2022 akan dipublikasikan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science sebagai prosiding terindeks scopus yang nantinya akan berkontribusi dalam memperkuat posisi akademik UNS dan seluruh partisipan.