Surakarta – Senin 28 April 2025, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk program TANGKAS “Tanam Pohon untuk Kuatkan Alam dan Selamatkan Lereng” yang bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana tanah longsor melalui aksi konservasi lereng. Di bawah bimbingan Dr. Singgih Prihadi, S.Pd., M.Pd., selaku dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS, program ini mengusung pendekatan edukatif dan aplikatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan. Kegiatan berlangsung di Dukuh Gembol RT.07, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, dan diiniasi oleh Tim Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.  

Kegiatan dibuka dengan sosialisasi mengenai potensi bencana tanah longsor dan pentingnya konservasi lereng yang dihadiri oleh warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bapak Tri Joko Sulistyo selaku Sekretaris Desa menyampaikan, “Program seperti ini sangat kami dukung karena kami merasakan sendiri bagaimana risiko longsor semakin tinggi saat musim hujan. Masyarakat perlu dilibatkan agar tidak hanya tahu, tapi juga peduli dan bertindak.”

Setelah sesi edukasi, dilanjutkan dengan kegiatan inti berupa penanaman 60 bibit pohon alpukat varietas mentega dan miki di area lereng yang telah diidentifikasi sebagai zona rawan longsor. Pemilihan alpukat dilakukan berdasarkan pertimbangan ekologis berupa akar kuat dan dalam, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Keunikan dari program TANGKAS terletak pada pendekatannya yang mengedepankan kolaborasi dua arah, dimana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan merancang, melaksanakan, dan menjaga keberlanjutan program. Dengan pelibatan aktif warga juga mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan berbasis komunitas. Program TANGKAS diharapkan dapat menjadi model mitigasi bencana berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan aplikatif, khususnya di wilayah dengan potensi longsor tinggi seperti Desa Jambeyan.