Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP UNS Sukses Laksanakan Kuliah Lapangan Geologi dan Geomorfologi Indonesia di Karangsambung
Gambar 1. Batuan serpentinit Formasi Pucangan, 27 April 2026
Sumber : Dokumentasi Panitia GGI 2026
Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan Geologi dan Geomorfologi Indonesia (GGI) pada tanggal 26 hingga 29 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum Mata Kuliah Geologi dan Geomorfologi Indonesia yang ditempuh mahasiswa Semester 4, dengan tujuan memberikan pemahaman praktis mengenai geologi dan geomorfologi yang tidak hanya diajarkan secara teori di kelas, tetapi juga dapat diamati langsung di lapangan. Kegiatan ini berlokasi di kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Karangsambung dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan geologi luar biasa di Indonesia dan kerap disebut sebagai “laboratorium alam geologi” karena menyimpan beragam fenomena yang mencerminkan proses pembentukan kerak bumi. Kawasan ini merupakan bagian dari Kompleks Tektonik Luk Ulo, saksi tumbukan antara Lempeng Samudera Hindia-Australia dan Lempeng Benua Eurasia yang telah berlangsung sejak zaman Kapur, sekitar 117 juta tahun lalu, sehingga meninggalkan singkapan batuan ofiolit, batuan sedimen, dan batuan metamorf yang kaya akan nilai ilmiah.
Rangkaian kegiatan lapangan ini diawali dengan pembekalan materi ruang di kelas, dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas riset serta observasi langsung di lapangan, dan diakhiri dengan penyusunan laporan hasil analisis dan dokumentasi data.
Rangkaian Kegiatan Kuliah Lapangan GGI
- Hari Pertama (26 April 2026): Keberangkatan dan Kunjungan ke BRIN Karangsambung Pada hari pertama, rombongan mahasiswa berangkat menuju Karangsambung dan melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung. Instansi ini berperan penting dalam mendukung penelitian geologi di Indonesia dengan menyediakan sarana, prasarana, dan pemateri yang memberikan penjelasan awal mengenai kondisi geologi kawasan, sebagai bekal sebelum mahasiswa terjun langsung ke titik-titik pengamatan.
- Hari Kedua dan Ketiga (27-28 April 2026): Observasi Lapangan di Delapan Stop Site Selama dua hari, mahasiswa melakukan pengamatan langsung di delapan titik pengamatan (stop site) di kawasan Karangsambung, di antaranya singkapan batuan diabas di Gunung Parang, batuan fillit di Sungai Luk Ulo, batuan serpentinit Formasi Pucangan, batuan Formasi Totogan, batuan rijang merah, batuan konglomerat dan endapan Sungai Luk Ulo, singkapan lantai dasar samudra, hingga bentang alam Gunung Paras. Mahasiswa menerapkan metode survei deskriptif kualitatif dan observasi partisipatif, dengan didampingi pemateri lapang yang menjelaskan karakteristik geologi dan geomorfologi tiap lokasi serta mengaitkannya dengan teori yang telah dipelajari di kelas. Peralatan yang digunakan meliputi GPS, kompas geologi, palu geologi, peta geologi, larutan HCl untuk uji kandungan karbonat batuan, serta perlengkapan pencatatan dan dokumentasi lapangan. Pada sore hari ketiga, rangkaian observasi lapangan resmi diakhiri dan rombongan mahasiswa bertolak kembali menuju Surakarta, tiba di kampus UNS pada malam harinya. Seluruh data, catatan, dan dokumentasi yang diperoleh selama observasi lapangan selanjutnya diolah dan disusun mahasiswa menjadi laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dari kegiatan kuliah lapangan.
Batuan fillit di Sungai Luk Ulo, 27 April 2026
Sumber : Dokumentasi Panitia GGI 2026
Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan utama dari Kuliah Lapangan Geologi dan Geomorfologi Indonesia di Karangsambung ini adalah:
- Memahami konsep tektonik lempeng secara langsung di lapangan.
- Mengetahui dan memahami kondisi geologi serta geomorfologi Karangsambung di lapangan.
- Mengembangkan keterampilan analitis dan kemampuan interpretasi geologi mahasiswa melalui pengamatan langsung di lapangan.
- Mengeksplorasi aspek-aspek geologi seperti stratigrafi, struktur batuan, hingga morfologi permukaan bumi, serta memahami hubungan antara fenomena geologi dengan proses geomorfologi yang membentuk lanskap Karangsambung.
- Mengaplikasikan teori yang diperoleh dari Mata Kuliah Geologi dan Geomorfologi Indonesia ke dalam praktik pengamatan nyata di lapangan.
- Menyusun laporan hasil kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah.
Sebanyak 89 mahasiswa Semester 4 angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seluruh proses kegiatan dibimbing dan diawasi oleh dosen pengampu Mata Kuliah Geologi dan Geomorfologi Indonesia, yaitu Dr. Pipit Wijayanti, S.Si., M.Sc. dan Imasti Dhani Pratiwi, M.Eng., serta didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Gentur Adi Tjahjono, S.Si., M.Pd., dan Bimo Bramantio, S.Pd., M.Sc.
Melalui Kuliah Lapangan Geologi dan Geomorfologi Indonesia ini, mahasiswa Pendidikan Geografi UNS diharapkan mampu menjadi generasi geografer yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kesadaran ilmiah dalam memahami interaksi antara geologi dan geomorfologi yang membentuk lanskap bumi, sekaligus menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pengembangan ilmu kebumian di Indonesia.

